• Muhammad Nur Akmal Shamsudin

Kuil Hindu di United Arab Emirates?


Kerajaan United Arab Emirates (UAE) baru-baru ini mengizinkan pembangunan tempat ibadah untuk umat Budha dan Hindu, hal ini memberi banyak kritikan dan persoalan dari masyarakat di jazirah Arab yang sekian lamanya tanah terjaga dari patung dan berhala-berhala sejak kedatangan Islam.


Seorang penulis yang juga jurnalis, Fayez al-Fayez mengkritik pihak berkuasa UAE yang memberi keizinan pembangunan tempat ibadah umat Hindu di tanah Arab. Ia kemudian melontarkan pertanyaan, “Apakah berhala telah kembali ke negera-negera Arab?” Seperti dikutip dari laman Islammemo.cc


Pertanyaan itu menjadi judul bahagian yang ditulis Fayez di surat khabar “As-Syarq.” Beliau lalu menyinggung perilaku tindakan para pemimpin Arab yang mengeluarkan dana besar untuk melenyapkan umat Islam yang bertindak dalam politik Islam, dengan alasan membantu bukan muslim yang jelas menunjukkan sesat, jahil dan penyembah berhala.


“Mereka bahkan mengizinkan ritual asing itu masuk ke tanah Arab, yang dulu belum pernah ada seperti tempat ibadah Budha dan Hindu hingga perkumpulan dari homoseksual” tulisnya mengkritik pemerintah UAE.


Masih menurut penulis ternama terebut, mereka yang mengkritik dasar-dasar kerajaan akan dicari polis atas tuduhan mengganggu keselamatan dan kestabilan negara.


Fayez dalam tulisannya kemudian menjelaskan dengan jelas, bahawa penganut Buddha dan Hindu yang diberikan izin pembangunan ibadahnya di atas tanah Arab oleh pihak UAE, mereka sendiri di negaranya telah melakukan nista terhadap kaum muslimin. Kita mengambil contoh kejahatan sami Buddha di Myanmar terhadap muslim Rohingya dan parti Hindu di India yang sangat anti terhadap umat Islam.

13 lihatan0 komen

Siaran Terkini

Lihat Semua